Rabu, 12 November 2014

ABAD SEJARAH NUSANTARA - ZAMAN PURBA


ABAD SEJARAH NUSANTARA - ZAMAN PURBA


PENDAHULUAN,
Pernahkah kita memikirkan suatu zaman jauh sebelum zaman kita di lahirkan, atau zaman kakek kita di lahirkan?, mungkin tidak semua orang memikirkan hal tersebut, dikarenakan kesibukan ataupun keinginan mengetahuinya tidak terlalu menggebu, atau bahkan berpikir itu tidak terlalu penting.

Banyak kalangan muda saat ini berpikir MEMENTINGKAN MASA YANG AKAN DATANG dan terkadang melupakan sejarah lama, atau kejadian kejadian sebelumnya, banyak yang lupa..... lupa kalau tidak karena kejadian sebelumnya kita sekarang tidak ada di muka bumi ini, bahkan mungkin tidak dapat membaca artikel yang saya buat... hehehe, dengan kerendahan hati saya mengajak anda atau bahkan siapa saja untuk kembali mengingat - ingat sejarah lama, ataupun menyelaminya hingga kita tidak ingin lagi untuk kembali ke masa sekarang, dimana masa dahulu adalah masa dimana kesulitan di zaman sekarang ini di buat.
nah, mari kita mulai dari peradaban dimana dunia ini belum lagi ada manusia, atau bahkan baru nabi adam dan hawa saja yang menempatinya dan belum memiliki anak - anak.

Dimana saat itu hutan belantara dan gunung - gunung sebagai pagar dan juga tangga yang menghantarkan kita ke langit, menggapai tangan tuhan yang mulai menjatuhkan benda - benda ciptaannya seperti hewan - hewan purba yang sangat rumit untuk kita pelajari, dimana keberadaan mereka telah lama dan bahkan terkubur berjuta juta tahun silam menjadi posil posil yang berubah menjadi bebatuan, minyak dan gas.

PEMAPARAN,
abad sejarah atau yang dalam blog saya beri judul abad legenda ini kita bagi menjadi beberapa bagian :
1. ZAMAN DINOSAURUS
2. ZAMAN MELETUSNYA GUNUNG PURBA - KIAMAT PURBA
3. ZAMAN KEGELAPAN
4. ZAMAN  ES
5. ZAMAN ES MENCAIR

1. ZAMAN DINOSAURUS
kenapa zaman ini saya beri nama zaman dinosaurus, adalah untuk memudahkan saya menjelaskan kepada para pembaca, dimana anak anak di zaman sekarang lebih mengingat zaman dinosurus daripada zaman zaman seperti NEOLITIKUM, PALAEO LITIKUM dan lainnya.
jadi dengan zaman dinosaurus, pikiran dan hayalan anda akan saya bawa ke masa dimana bumi ini di penuhi oleh mahluk mahluk raksasa, konon nabi ADAM dan SITI HAWA pun memiliki postur tubuh lebih besar dari manusia kebanyakan di zaman MILENIUM ini.
hewan - hewan purba ini hidup hampir di seluruh belahan bumi yang subur dan memiliki sinar matahari lebih banyak di bandingkan daerah yang memiliki sinar matahari hanya beberapa bulan saja.
jadi kita pastikan MASYARAKAT DINOSAURUS lebih banyak berada di DAERAH YANG DI LALUI GARIS KATULISTIWA. seperti indonesia sekarang ini.

tanah - tanah di daerah nusantara ini subur tiada terkira, sehingga mahluk mahluk raksasa itu banyak yang hijrah melalui gunung - gunung, lembah terjal dan menyeberangi lautan untuk bisa sampai di tanah syurga ini. 
namun sayangnya mereka tidak mengetahui kalau tanah yang subur ini juga merupakan NERAKA kelak, karena banyaknya gunung - gunung berapi yang berbaris atau melingkari memagari tanah tanah subur itu. bahkan masa itu banyak gunung yang tidak malu malu untuk menyemburkan api pijarnya tiada henti, seolah menjadi obor raksasa.
itulah sedikit gambaran tentang kehidupan zaman DINO SAURUS, TIREX atau SAURUS SAURUS LAINNYA yang banyak di putar di film film , tentunya para sutradara dan pembuat film ini tidak sekedar menuliskan hayalan mereka, yang pasti, mereka menciptakan dunia hayal berdasarkan hasil temuan para ahli BIOLOGI dan PARA PAKAR ARKEOLOGI yang menghabiskan umur mereka dengan menggali tanah dan mempelajari setiap kerangka atau posil yang mereka temukan.











 2. ZAMAN MELETUSNYA GUNUNG GUNUNG PURBA

Kedamaian zaman dinosaurus yang lengkap dengan kehidupannya mulai terusik, mahluk yang namanya manusia memiliki perkembangan yang pesat, mereka hidup sebagai bangsa barbar, hidup no maden, mereka berpindah dari satu kawasan ke kawasan lain, mereka memiliki cara berpikir yang jauh lebih maju di bandingkan hewan hewan dinosaurus itu. 

dan akhirnya manusia ini hidup secara berkumpul dan berkoloni, mereka hidup berpindah dan dalam perkembangannya sudah mulai hidup berkelompok.

akhirnya perkembangan manusia ini mengalami kemajuan yang sedemikin pesat, mereka mulai menciptakan tempat tinggal dan kerajaan - kerajaan.
namun kehidupan liar mereka tidak juga hilang, mereka masih mirip dinosaurus yang saling serang satu dan lainnya, merebutkan wilayah yang kaya akan makanan dan subur.
jumlah populasi manusia ini makin hari makin banyak jumlahnya, dn mereka sudah semakin sering membuat kerusakan dengan membakar hutan dan merusak lingkungan yang mereka tempati.

akhirnya   tuhan murka dan meledakan gunung gunung api tersebut, dan menjatuhkan bebatuan dari atas langit, menurut al quran dan ahli agama di saat itu hidup manusia dengan para nabi mereka, namun mereka ingkar dan tidak mendengarkan apa yang di ajarkan para nabi allah tersebut, dan pada saat itu secara scientis menyatakan bahwa terlah terjadi pergerakan di perut bumi yang membuat perubahan dan mengaktifkan magma menyebabkan meletusnya gunung - gunung purba yang jumlahnya sangat banyak.
tidak saja itu, bumi di goncang dengan jatuhnya meteorit meteorit raksasa yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan, maka KIAMAT PURBA PUN berlaku masa itu.

hanya sebagian saja yang dapat menyelamatkan diri dan meneruskan hidup mereka.








  
3. ZAMAN KEGELAPAN
Setelah meletusnya gunung - gunung purba di tanah sumatera sekarang seperti : GUNUNG TOBA ( PERTAMA 75.000 SM, dan ke dua  74.000 SM, GUNUNG TINJAU 73.000 SM, GUNUNG KRAKATOA / BATU WARA, GUNUNG KAMULA, GUNUNG SEMILIR DI JAWA 50.000 SM, GUNUNG TANPO dan banyak lagi gunung - gunung purba lainnya, masa ini adalah masa dimana merupakan kejayaan dari pada gunung berapi di seluruh dunia. sehingga menyebabkan langit tertutup abu vulkanik yang sedemikian tebal. menutupi lapisan stratosfer selama enam tahun. berturut turut setiap terjadi letusan, bayangkan saat itu kita ada di sana.belahan bumi seperti pijaran pijaran api yang sedemikian liar. dan malam begitu panjang.

sebuah peninggaan dimana pernah berdiri kerajaan besar
awal mula bumi mulai panas
meletusnya gunung toba
langit mulai di penuhi abu vulkanik

suasana saat malam


letusan itu bagai naga mengamuk

petir dan guntur sahut menyahut, menggelegar

kiamat purba

kegelapan yang pekat

dan gunung - gunung lain yang belum sempat meletus di masa itu, sambung menyambung meletus hingga 50.000 tahun silam dan bahkan hingga 500 tahun sebelum masehi.
gunung krakatau meletus begitu aktif, seperti kutipan dari blog beritasepuluh.com yang menerangkan dengan cukup detil kejadian yang menimpa gunung krakatau

pernyataan :
Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Dahulu Karakatau adalah satu puncak gunung berapi di sana yang lenyap karena meletus sangat hebat pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat sehingga awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II. Catatan sejarahnya tentang gunung tersebut juga sangat sedikit sehingga menyimpan banyak misteri.Bahkan para ahli menduga letusan dahsyat gunung Karakatau membuat terpisahnya pulau Jawa, Sumatra dan kalimantan yang dulunya satu daratan. Krakatau menurut para ahli meletus terdiri dari beberapa fase besar. Yaitu meletusnya gunuing Krakatau Purba, meletusnya gunung Krakatau dan saat ini gunung anak Krakatau.

FAKTA ERUPSI GUNUNG KRAKATAU PURBA

  • Pakar geologi Berend George Escher dan beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa kejadian alam yang diceritakan berasal dari Gunung Krakatau Purba, yang dalam teks tersebut disebut Gunung Batuwara. Menurut buku Pustaka Raja Parwa tersebut, tinggi Krakatau Purba ini mencapai 2.000 meter di atas permukaan laut, dan lingkaran pantainya mencapai 11 kilometer.
  • Akibat ledakan yang hebat itu, tiga perempat tubuh Krakatau Purba hancur menyisakan kaldera (kawah besar) di Selat Sunda. Sisi-sisi atau tepi kawahnya dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung, dalam catatan lain disebut sebagai Pulau Rakata, Pulau Rakata Kecil dan Pulau Sertung.
  • Letusan gunung ini disinyalir bertanggung- jawab atas terjadinya abad kegelapan di muka bumi.
  • Terjadinya penyakit sampar bubonic terjadi karena temperatur mendingin. Sampar ini secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi.
  • Letusan dahsyat Larakatau Purba menyebabkan berakhirnya masa kejayaan Persia purba, transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki.
  • Ledakan Krakatau Purba diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik.
  • Ledakan hebat krakatau purba tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter
  • Ledakan dahsyat itu juga berdampak menurunkan temperatur sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun.

FAKTA “SUPER ERUPSI” GUNUNG KRAKATAU

  • Pada hari Senin, 27 Agustus 1883, tepat jam 10.20, meledaklah gunung itu. Menurut Simon Winchester, ahli geologi lulusan Universitas Oxford Inggris yang juga penulis National Geographic mengatakan bahwa ledakan itu adalah yang paling besar, suara paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluhlantakkan dalam sejarah manusia modern. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.
  • Menurut para peneliti di University of North Dakota, ledakan Krakatau bersama ledakan Tambora (1815) mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. The Guiness Book of Records mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah.
  • Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencavai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia
  • Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.
  • Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.Baru.
  • Letusan itu menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Gelombang laut naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut.
  • Meski saat itu penduduk jawa belum terlalu padat tetapi sudah tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang berasal dari 295 kampung kawasan pantai mulai dari Merak (Serang) hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan (Ujung Kulon serta Sumatera Bagian selatan.
  • Di Ujungkulon, air bah masuk sampai 15 km ke arah barat. Keesokan harinya sampai beberapa hari kemudian, penduduk Jakarta dan Lampung pedalaman tidak lagi melihat matahari.
  • Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu kilometer.
3. ZAMAN ES / ICE AGE

pada ulasan terdahulu, kami menyampaikan hanya sedikit tentang penggambaran daripada meletusnya gunung - gunung purba yang mengkhusus di daerah indonesia, dimana kembali kami yakinkan bahwa tanah nusantara ini adalah bekas kuburan masal daripada hewan hewan purba yang telah mati berjuta - juta tahun silam, kemudian mengendap dan mengalami berbagai proses sehingga di seluruh kawasan nusantara bahkan di sekelilingnya yang berupa lautan adalah sumber dari segala sumber minyak yang memiliki kapasitas tiada terkirakan.

dan pada masa itu, setelah zaman kegelapan maka berubah lah kondisi alam yang sebelumnya, hijau, penuh gunung gunung, penuh hewan - hewan purba, kini hilang lenyap, yang ada berupa padang pasir hitam dan tandus, keganasan gunung berapi belum sirna sampai di sana, sisa dari kejadian kejadian letusan tersebut membuat sinar matahari tidak dapat menembus atmosfer bumi, sehingga bumi mengalami kegelapan yang dahsyat, hingga 6 tahun lamanya, dapatkah kita bayangkan?

hanya penggambaran di bawah ini yang akan membantu menuntun minda dan alam pikiran kita ke masa masa tersebut, semoga dapat di ambil hikmah dan pembelajarannya.




jumlah es makin hari makin meningkat dari kondisi sebelumnya, 6 tahun adalah waktu yang cukup membuat bumi ini menjadi salju, lebih lebih di belahan asia dan kawasan asia tenggara hingga samudera pacipic, begitu suhu bumi menurun drastis, dan di dukung dengan tiada sinar matahari di belahan bumi ini maka air laut semakin menyusut dan makin berkurang tersedot gravitasi dan proses pembekuan di daerah kutub utara dan selatan. sehingga banyak lautan yang mengering, dan termasuk samudera hindia dan pasipic, mengering, sehingga daratan menjadi lebih luas dan menyatu, proses pembekuan ini terjadi berulang ulang dalam kurun waktu yang sangat lama, dari 75.000 tahun silam hingga ke 6000 th silam, setelah mengalami proses kegelapan, bumi mulai terlihat terang, dan cahaya matahari mulai terlihat. tumbuhan tumbuhan yang mampu ber adaptasi dan bertahan mulai memunculkan warna aslinya.
hewan hewan yang selamat mencoba mencari makanan keluar dan mencari tempat yang lebih hijau, begitu juga manusia manusia yang selamat pada waktu itu, mulai keluar dan mencari penghidupan mereka.

manusia bertahan hidup dari kedinginan di zaman es dengan tinggal di gua gua bersama para hewan


manusia zaman es

gajah purba yang berhasil bertahan hidup

setelah 6 tahun berselang dari zaman kegelapan, sinar matahari mulai muncul, kilaunya makin tampak terpantulkan cahaya es dimana mana, lumut dan tumbuhan perintis mulai tumbuh, pohon - pohon vinus yang bertahan mulai terlihat menghijau.
hanya sesaat masa itu, dimana kawasan nusantara kembali di kejutkan dengan letusan letusan dahsyat gunung - gunung purba lainnya, entah berapa kali gunung - gunung itu meletus, entah....?








dan saat kutub membeku, daratan menjadi makin luas, di sebabkan proses pembekuan itu, menyebabkan air laut terhisap ke masing masing kutub.







3. ZAMAN ES MENCAIR
ZAMAN TERUS BERGULIR

bumi mengalami proses pemanasan dan pendinginan dengan jangka waktu yang sangat lama, hingga masa 6000 tahun silam dan bersambung hingga 500 tahun sebelum masehi. hingga kutub es mulai mencair dan daratan pun mulai berkurang jumlahnya karena es di kutub mulai mencair dan jumlah air laut sudah mulai meningkat, seiring dengan itu tumbuh tumbuhan baru mulai muncul, hewan hewan besar yang dulu bertubuh raksasa telah mengalami adaptasi yang sedemikian rupa, begitu juga pada manusia .
tidak lagi bertubuh raksasa, tetapi semakin lama semakin mengecil dan memendek.






  
dan lautan makin lama makin meluas, membentuk samudera samudera luas. kembali manusia dan hewan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. untuk mereka bertahan hidup.