Minggu, 15 Februari 2015

PERTIKAIAN RAJO IMBANG JAYO DAN DANG TUANKU

PERTIKAIAN RAJO IMBANG JAYO DAN DANG TUANKU
( perjalanan cindua mato menjemput PUTI BUNGSU )

kerajaan PAGARUYUNG di bawah pemerintahan dari RAJA DANG TUANKU dan CINDUA MATO mengalami kemajuan yang sangat pesat. kota telah menjadi semakin ramai, perdagangan pun menjadi sumber pencaharian utama selain pertanian, raja yang masih sangat muda memerintah dengan arif bijaksana dan memiliki panglima muda yang tampan dan sakti CINDUA MATO, pasukan kerajaan terlatih sedemikian rupa, juga di bantu oleh para pandeka.

kakak kandung mereka yang dating dari LUBUK JAMBI iaitu RAJA AUR KUNING yang bersahabat baik dan sangat dekat dengan saudara sepupu mereka SUTAN BALUN / DATUK PERPATIH dan MARAJO BASA atau DATUK KATUMANGGUNGAN telah berhasil memperkuat pertahanan mereka dengan membuat persatuan dan persetujuan bersama.

saat itu DATUK KATUMANGGUNGAN dan DATUK PERPATIH telah memiliki Tanah dan wilayah yang sedemikian luas, di sebelah selatan gunung mulai PARIANGAN dan PADANG PANJANG hingga ke SUMPUR KUDUS menjadi wilayah mereka, begitu juga daerah SUNGAI TARAB dan wilayah BANUA HAMPU, SUNGAI PUAR, KOTO BARU hingga GUNUNG SINGGALANG menjadi wilayah mereka, selain lautan yang mulai menyusut dan daratan yang mulai meluas, kerajaan DUSUN TUO DAN BUNGO SETANGKAI walau terpisah tapi mereka memiliki banyak persamaan dalam pengaturan dan tata pemerintahan. yang berbeda adalah aturan adat mereka juga aturan hukumnya.

saat itu RAJA DANG TUANKU dan CINDUA MATO puns telah sangat sering menjumpai KAKAK SEPUPU mereka ini, untuk menimba ilmu dan belajar tata pemerintahan, hingga suatu saat cindua mato memohon pendapat para kakak - kakaknya soal PINANGAN yang akan dia sampaikan kepada RAJO MUDO di INDERA PURO di sebelah selatan barat kerajaan mereka. yang mana bila ke sana mesti melalui HUTAN LEBAT yang di kuasai oleh PARA PENYAMUN SAKTI di daerah HUTAN LEMBAH TAMBUN TULANG.

bekal kesaktian yang telah cukup di miliki oleh cindua mato di anggap kawasan tersebut bukanlah lagi kawasan yang menakutkan dan berbahaya.

berita tentang PINANGAN ini pun menyebar luas, di sebabkan kecantikan dari putri RAJO MUDO yang bernama PUTI BUNGSU kian ramai di bicarakan.

saat itu di kerajaan IMBANG JAYO, Sang raja muda ini pun berminat merebut puti bungsu dan ingin di jadikannya isteri. IMBANG JAYO dan ayahnya TIAN HUNGKUK memang sudah dari lama ingin menguasai kerajaan KERINCI dan sekitarnya telah bersiasat untuk bias menguasai RAJO MUDO dengan mengawinkan putranya IMBANG JAYO dengan PUTI BUNGSU. siasat pun telah di laksanakan, dan RAJO MUDO sendiri terpancing isu yang di buat oleh IMBANG JAYO.

mendengar berita tersebut BUNDO KANDUNG ibunda DANG TUANKU memerintahkan putranya untuk segera menjemput PUTI BUNGSU, dan DANG TUANKU meminta CINDUA MATO adiknya untuk menjemput PUTI BUNGSU di bawa ke PAGARUYUNG.

cindua mato di temani oleh beberapa pengawal mereka bergerak menuju kerajaan INDERA PURA perjalanan mereka telah tiba pula di kawasan HUTAN dan BUKIT TAMBUN TULANG, di sana ia di sergap oleh para penyamun dan rampok,
CINDUA MATO yang telah siap sedia kemudian menghadapi mereka, di luar dugaan para penyamun dan rampok itu, KUDA tunggangan CINDUA MATO yang di beri nama SI GUMARANG mengamuk sejadinya menerjang para rampok, begitu juga seekor KERBAU penarik pedati yang berisi makanan dan hadiah dengan mengibaskan telinganya maka dari telinga itu seolah berterbangan PENYENGAT - PENYENGAT yang menyerang perampok itu tanpa ampun. tidak menunggu lama kepala penyamun dan rampok itupun tunduk takluk kepada CINDUA MATO dan berjanji setia kepada cindua mato.

cindua mato meneruskan perjalanan hingga tiba di suatu kampong ia ingin sekali mandi karena kegerahan, saat mandi ia menanggalkan pakaian dan juga perhiasannya, termasuk sebuah cincin keramat yang ia letakan pada sebuah ranting bamboo / batuang yang ada di tepi sungai yang jernih itu, selesai mandi ia kembali mengenakan pakaian dan memasangkan perhiasannya, begitu ia ingin mencari cincinya tidak di temukannya, ia mencari cari kesana kemari namun tiada juga bertemu.
ia tidak menyangka bahwa cincin keramat itu telah terikat dengan batuang tempat dia di kaitkan tadi, batuang atau bamboo itu rupanya saat cindua mato mandi ia makin tumbuh tinggi, sehingga tidak di sadari oleh cindua mato. hingga sekarang tempat dimana hilangnya cincin cindua mato di beri nama SICINCIN, demikianlah akhirnya tiba di sebuah pantai CINDUA MATO berlayar menuju kerajaan pamannya.