Jumat, 27 Februari 2015

SEJARAH MINANGKABAU - EPISODE SIASAT TIANG HUNGKUK

KEMELUT DI PAGARUYUNG
EPISODE SIASAT TIANG HUNGKUK

pada kisah terdahulu di kisahkan bahwa RAJA IMBANG JAYO / RIO MUDA AGUNG telah di kalahkan oleh CINDUA MATO, dan al hasil raja imbang jayo pulang tanpa bersama puti bungsu, maka malu dan marahnya bercampur baur, ia adukan semua kejadian kepada ayahnya RIO DIPATI atau TIANG HUNGKUK dan membuat Raja Tua itu marah bukan kepalang.

tapi di antara marahnya karena anaknya telah di permalukan oleh Cindua mato, ia masih boleh berpikir jernih, segera ia berangkat menemui RAJA SINTONG, kerajaan CINA yang berada di SUNGAI KAMPAR dan pada abad ke1 M telah menjadikannya sebuah kerajaan yang sangat di takuti di kawasan itu, kerajaan KANDIS sendiri telah di kalahkannya, menyusul kerajaan LUBUK JAMBI ( raja aur kuning yang telah menjadi URANG GADANG dari SUMANI ) dan kononnya kerajaan ini akan juga menyerang kerajaan - kerajaan kecil yang ada di kawasan merapi hingga kerinci. 
kesempatan itulah di gunakan oleh TIANG HUNGKUK / TIANG BUNGKUK untuk mempropaganda penyerangan ke kawasan merapi. 

sementara itu DATO KATUMANGGUNGAN - DATOK PERPATIH NAN SABATANG - RAJO AUR KUNING dan TUAN GADANG di BATIPUH telah mempersiapkan diri untuk menghadapi setiap penyerangan yang akan datang, mereka berkumpul di sebuah ruangan dan disana juga ada BUNDO KANDUANG ibu dari DANG TUANKU juga dang tuanku sendiri hadir di sana, tidak ketinggalan CINDUA MATO. 

dalam rundingan di dapat kata sepakat dimana BUNDO KANDUANG, DANG TUANKU dan PUTI BUNGSU harus meninggalkan kerajaan PAGARUYUNG / BUKIT BATU PAHAT untuk berjaga - jaga andai kata mereka di kalahkan oleh RAJA SINTONG. 

dalam siasat TIANG HUNGKUK ia berhasil emndapat tambahan bala tentara untuk menyerang PAGARUYUNG dan berangkatlah ia, sehingga terjadilah pertempuran sengit antara tentara pagaruyung dan tentara TIANG HUNGKUK, peperangan berlangsung selama sepekan, dan pada hari ke tujuh CINDUA MATO berhadapan dengan TIANG HUNG KUK dan cindua mato berhasil di kalahkan dan di tawan oleh raja TIANG HUNGKUK, 

Sementara itu BUNDO KANDUANG dan DANG TUANKU serta PUTI BUNGSU telah sampai di sebuah tempat yang tiada di ketahui oleh siapapun, di sebuah istana kecil yang dahulu telah di siapkan oleh BUNDO KANDUANG semasa ia masih berada di kerajaan KURINCI, namun istana ini lebih dekat sebenarnya ke kerajaan INDERAPURA. di situ mereka tinggal menetap. memutus hubungan dengan dunia luar.

melihat kekalahan CINDUA MATO yang sakti, TUAN GADANG hendak menyerang PAGARUYUNG yang telah di kuasai tiang hungkuk, namun di tahan oleh RAJA AUR KUNING dan dua orang adiknya DATUK KATUMANGGUNGAN DAN PERPATIH. sebab ia melihat kecerdasan dan kecerdikan cindua mato.

begitulah sebenarnya yang terjadi, saat cindua mato tertawan dengan kepandaian dan akalnya yang tak pernah habis, berhasil mengambil simpati TIANG HUNGKUK dan dijadikannyalah ia sebagai pesuruhnya, dan hingga sebuah malam di saat tiang hung kuk tidur Cindua mato mencari tahu kelemahan dari raja tua ini, dengan ilmu SI TANYO TANYO akhirnya cindua mato mengetahui kelemahan tiang hungkuk.. dan
keesokan harinya tiang hungkuk di tantangnya bertarung, tantangan ini membuat tiang hungkuk geram bukan kepalang, tapi akhirnya ia terkejut dan menyadari kelemahannya telah di ketahui, akhirnya ia terbunuh dalam pertarungan itu.

imbang jayo putra tiang hungkuk atau RIO DIPATI melaporkan kekalahan ayahnya kepada RAJA SINTONG, dan ia kembali membawa pasukannya dan pasukan kerajaan sintong, kembali pertempuran sengit terjadi dan sekarang pertempuran ini menjadi berat sebelah...pasukan imbang jayo dan raja sintong terpukul mundur... pasukan pagaruyung yang di bantu oleh para datuk memukul mundur.. dan menawan raja sintong, sementara imbang jayo tewas dalam pertempuran tersebut.

rupanya banyak pendekar yang turun membantu pasukan pagaruyung. dan berkahirlah kisah kemelut imbang jayo.

episode selanjutnya.. PARA DATUK DAN RAJA