Senin, 05 Oktober 2015

KEARIFAN DATUK KATUMANGGUNGAN dan PERPATIH

Datuk Katumanggungan dan Perpatih

Mengenang kembali bagaimana awal mula Dt Katumanggungan dan Dt perpatih sepulang mereka dari Kandis, ilmu yg di dapat Dt Tumenggung selama menjadi pembantu utama raja di kandis dan akhirnya lebih memilih mengabdi dengan raja Aur Kuning yang masih ada kaitan saudara sepupu dengannya, yg juga di ikuti Dt Perpatih menyebabkan mereka kemudian berhadapan dengan saudara tua mereka Sri Maharaja Tunggal sebagai Raja Kandis, yang kemudian membuat mereka kembali ke kerajaan asal mereka.

DT Tumenggung kemudian mendirikan kerajaan baru bernama Kerajaan Bunga Setangkai

Dan

DT Perpatih nan sebatang mendirikan kerajaan Dusun Tuo

Mereka berdua meninggalkan kerajaan orang tua mereka di Pariangan ( Parahyangan ) di kaki gunung merapi.

Mereka ber dua sebagai saudara se ibu berlainan bapak saling bekerja sama membangun dan meluaskan wilayah mereka dengan menugaskan wakil wakil dan para pembantu utamanya para datuk datuk untuk membuka dan menempati wilayah - wilayah baru, yang baru saja muncul di sebabkan surutnya air laut dan mulainya muncul banyak daratan baru, yang kemudian berubah menjadi hutan hutan baru.

Saat itu banyak sekali kejadian kejadian yang menyebabkan kerusakan,
Gempa Bumi dan Gunung meletus menyebab kan rumah dan bangunan 2 runtuh. Kedua datuk bersepakat mendirikan istana dan rumah yang tahan akan gempa bumi.

Mulailah mereka merancang reka bentuk rumah dan istana mereka.
Bertahun2 memikirkan kembali mereka terbayang dari kapal Sri Maharaja Diraja yang kuat dan tahan dari serangan badai, namun di tukar bentuk lantainya menjadi agak rata. Dan layar layarnya mereka bayangkan sebagai atap atap rumah, dan kemudian mulailah pembangunan istana raja datuk katumanggungan yang pertama. Istana megah dengan sembilan ruang, tinggi kokoh ber layar layar bergulung menyerupa tanduk. Kedua istana ini kemudian mereka beri nama : Rumah Gadang Nan Sambilan Ruang, Salajang Kudo Balari, Sapakiak anak manangih, Rangkiang baririk di halamanyo, Tiangnyo miriang indak mambaok rabah, Bajanjang naik batanggo turun, ba anjuang tampek manitah.

Demikianlah ke 2 istana selesai di bina. Namun ada perbedaannya di mana lantai datuk tumenggung berundag berjenjang, namun lantai rumah atau istana dt perpatih rata saja.

Demi menyesuaikan dengan filsapat hidup ke 2 raja ini. Dimana pilsafat hidupnya sebagai ber ikut:

Datuk katumanggungan :
Di dahulukan salangkah di tinggian saranting. Bajanjang naiak batanggo turun.

Datuk perpatih :
Duduak samo randah tagak samo tinggi. Bulek aie dek pambuluah bulek kato dek mupakat.

Demikian akhirnya istana ini di kenal dimana mana karena ke indahannya.

Dan mereka kemudian bersama sama meluaskan wilayah.