Selasa, 06 Oktober 2015

SEJARAH MINANG - PENYEBARAN SUKU KOTO PILIANG DAN BODI CANIAGO

PENYEBARAN SUKU KOTO PILIANG  DAN BODI CANIAGO 1



setelah datuk katumanggungan dan datuk perpatih menjadi raja di kerajaan mereka masing - masing, dengan tetap berada pada persekutuan kerajaan PARIANGAN ( PASUMAYAN KOTO BATU ),
mereka bertekad membesarkan kerajaan mereka supaya nanti bila ada serangan dari kerajaan KANDIS mereka dapat bertahan, tetapi rupanya kedua datuk ini memiliki prinsip berbeda dalam menjalankan pemerintahan dan per undang - undangan.



DATUK KATUMANGGUNGAN cenderung OTOKRASI atau ber sistem TITIAK DARI ATEH( menetes dari atas )
Sistem ini berdaulat kepada raja, artinya kekuasaan tertinggi berada di tangan raja (pemimpin). Menurut Koto Piliang, sembah datangnya dari rakyat dan titiah datangnya dari raja (pangulu). Oleh sebab itu dikatakan 'titiak dari ateh” (titik dari atas).

 

sistem ini di sebabkan karena DATUK KATUMANGGUNGAN biasa hidup di lingkungan istana dengan sifat KE RAJAANYA yang mengalir sedemikian rupa sehingga terbawa dalam sistemnya memerintah.
datuk katumanggungan adalah anak dari RAJA SRI MAHARAJA DI RAJA, raja pertama di PASUMAYAN KOTO BATU / KERAJAAN MAHAMERU / MARAPI.
sistem otokrasi ini di sebut juga dengan KELARASAN KOTO PILIANG.


berbeda dengan sisterm pemerintahan DATUK PERPATIH NAN SEBATANG,
dimana pemerintahannya bersifat demokrasi datang dari bawah menuju raja.
Semboyannya adalah ”mambasuik dari bumi”, artinya sistem yang dipakai dalam pemerintahan bersumber dari ”bawah” yakni dari rakyat. Dalam melaksanakan kepemimpinannya, pangulu langsung kepada rakyat, tidak ada pembatas. Aliran ini ”barajo ka mupakat” (beraja kepada mufakat). Musyawarah menjadi inti dalam mengambil kebijaksanaan, rakyat selalu dilibatkan dalam mengambil ketetapan. Hal itu menunjukkan bahwa kelarasan Bodi Caniago bersifat demokrasi
 

sehingga kemudian di simpulkan pilosofi hidup keduanya sebagai berikut :
DATUK KATUMANGGUNGAN KELARASAN KOTO PILIANG : bajanjang naiak batanggo turun, di tinggian sarantiang di dahulukan selangkah.

DATUK PERPATIH NAN SEBATANG KELARASAN BODI CANIAGO : bulek aie dek pambuluh, bulek kato dek mufakaik, duduak samo randah dan tagak samo tinggi,


Dan pada peraturan perundang - undangan pon mereka berbeda. dimana terlihat pada sistem undang - undang yang ada pada saat itu.
yang menyebabkan ke dua datuk sempat bersilang pendapat, dan hampir saja membuat perpecahan.
dimana hukum yang menjadi permasalahan waktu itu adalah :
DATUK KATUMANGGUNGAN lebih memilih HUKUM MUMBANG JATUH, yang bersalah langsung di hukum yang sama dengan apa yang di perbuatnya. contohnya membunuh di hukum bunuh, mencuri di potong tangan.


sementara DATUK PERPATIH lebih menggunakan HUKUM BASILAMO LAMO, hukum tetap di tegakkan tapi tidak di jatuhi hukuman pada saat itu juga, melainkan di lama - lamakan.
sehingga pada suatu masa mereka saling menikamkan keris pada sebuah batu sehingga berlubang batu tersebut demi menyatakan hukum merekalah yang benar, dan rupanya ke dua datuk dapat melubangi batu sehingga kedua hukum di gunakan di daerah mereka masing - masiang.

setelah mereka akur kembali, mulailah mereka meluaskan wilayah mereka, menuruni kawasan - kawasan gunung dan mencari pulau - pulau baru untuk mereka tempati. sehingga daratan betul betul menjadi luas.


dimana awal sekali mereka menuruni kawasan gunung merapi yaitu ke PADANG PANJANG, dimana DATUK PERPATIH dengan PEDANGNYA YANG PANJANG memimpin membuka kawasan baru di wilayah itu sehingga kawasan itu kemudian di beri nama PADANG PANJANG di ambil dari kata PEDANG PANJANG, sementara DATUK KATUMANGGUNGAN memimpin menuruni kawasan SUNGAI TARAB dan mendirikan kerajaan BUNGA SETANGKAI dimana saat itu istrinya melahirkan seorang puteri yang cantik. dan datuk katumanggungan kemudian memberi nama kerajaan nya dengan nama BUNGO SETANGKAI.

DATUK KATUMANGGUNGAN memerintahkan datuk - datuknya mendirikan pemukiman di daerah - daerah baru untuk meluaskan wilayah mereka. sehingga sampai di kawasan SALIMPAUANG dan lainnya.


datuk perpatih memerintahkan wakilnya membuka kawasan di daerah baru bernama SIGUNTUR. yang nantinya akan berubah menjadi sebuah kerajaan besar di abad ke 7.
 
pasukan KOTO PILIANG DAN BODI CANIAGO kemudian bergerak ke daerah payakumbuh sekarang demi melihat sebuah pulau baru yang berwarna merah SAGO, dan pulau ini adalah nanti menjadi sebuah GUNUNG bernama SAGO. mereka berlayar menuju gunung sago dan salah seorang panglima memerintahkan prajuritnya untuk memanjat sebuah pohon besar dan tinggi untuk melihat dimana mereka akan berkemah.

bersambung ke PENYEBARAN SUKU KOTO PILIANG DAN BODI CANIAGO 2